Membedah
Unsur-Unsur Film Dilan 1991 :
1. Ide
Cerita :
Dilan 1991
adalah sebuah film Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh Fajar Bustomi
dan Pidi Aldiano.
Film tersebut adalah sekuel dari Dilan 1990.
Film tersebut pertama tayang pada 28 Februari 2019 dalam "Hari Dilan"
di Bandung,
sebelum resmi tayang di seluruh Indonesia empat hari kemudian. Syutingnya
digelar di Bandung pada November 2018. Film ini adalah sekuel dari Dilan
1990 yang tayang Januari 2018.
2.
Skenario :
Di mata Milea, Dilan
termasuk orang yang cerdas dan pintar di kelasnya, buktinya dia selalu
mendapatkan ranking satu atau dua. Namun satu hal yang selalu membuat Milea cemas
adalah bergabungnya Dilan dengan geng motor. Apalagi Dilan menjabat sebagai
Panglima Perang.
Milea selalu cemas jika terjadi
hal buruk yang menimpa Dilan karena geng motornya.Suatu malam, Milea pernah
memergoki Dilan tawuran. Meski tawuran itu adalah aksi balas dendam Dilan demi Milea, Milea tetap tidak
suka.
Dilan tak pernah kapok walaupun
dia sempat dimasukkan ke penjara selama 1 minggu dhingga diusir oleh
ayahnya.Keduanya jadi sering berdebat tentang masalah geng motor.Kecemasan
selalu melanda hati Milea hingga ia merasa tidak nyaman lagi berpacaran dengan
Dilan. Ia meminta putus.
Sejak peristiwa itu Dilan
menjauh dari Milea.
Kesedihan semakin melanda Milea. Ia sebenarnya masih mencintai Dilan.Waktu berlalu. Milea kembali ke
Jakarta dan kuliah di sana. Sedangkan Dilan, ia melanjutkan pendidikan di
Universitas ternama di Bandung.
Jarak membentang, namum cinta Milea masih sama:
hanya untuk Dilan. Makin lama Dila menghilang, Milea berusaha
untuk selalu menghubungi Dilan, akan tetapi keluarga Dilan sudah pindah rumah. Milea kehilangan
jejak Dilan.
3. Sutradara
Dilan
1991 adalah sebuah film
Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh Fajar Bustomi dan Pidi Baiq.
4. Pemeran (Aktris/Aktor)
Film
tersebut kembali dibintangi oleh Iqbaal
Ramadhan sebagai Dilan dan Vanesha
Prescilla sebagai Milea, sementara Maudy
Koesnaedi memerankan karakter baru bernama Tante Anis dalam film ini.
Adhisty Zara
dari JKT48
dan Ira Wibowo
kembali berperan masing-masing sebagai adik dan ibunda Dilan. Ridwan Kamil,
yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat, kembali ikut bermain di
film ini.
5. Tata Atristik
Set
Lokasi diambil di Bandung, Jawa Barat tetapi diakhir scene juga diambil di UI
(Universitas Indonesia) Jakarta.
6. Editing
Tim
editing untuk film ini sendiri tidak dijelaskan siapa , tetapi untuk film ini
di produksi oleh Max Picture dengan distributor nya sendiri Falcon Pictures
7. Tata Suara
Dalam
Film ini menurut saya memiliki tata suara yang sangat baik semua kata dapat
terdengar dengan jelas dan tidak ada kebisingan (Noisy)
8. Tata Musik
Dalam
Film ini Musik ditata oleh Andhika Triyadi
9. Visual Effect
Visual
effect
(VFX) adalah teknik yang digunakan dalam industri film, televisi, dan animasi
yang menyertakan proses manipulasi tertentu di luar adegan pengambilan gambar
syuting asli. Dalam Film ini saya tidak menemukan penggunaan visual efek karena
latar / suasana film dibuat secara nyata.
Kesimpulan Review Film
: Film ini dibuat dengan tujuan untuk menghibur , walaupun film ini
terinspirasi dari kisah nyata sungguhan dan diangkat dari Novel Karya Pidi
baiq. Film ini menurut saya hanya bersifat untuk menghibur semata. Pesan moral yang
ingin disampaikan pun menurut saya tidak ada, untuk pemerannya sendiri sangat
masuk kedalam cerita yang disajikan. Tetapi untuk film ini sendiri tidak ada
klimaks yang dapat membawa penonton terbawa emosi serta ending ceritanya yang
masih gantung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar